|
|
| News |
Prinsip ke 5: Belajar Bukan Menyalahkan5 Agustus 2009
Prinsip ke 5: Belajar Bukan Menyalahkan ( BEJ / Blame Excusess Justify )
BEJ
adalah singkatan dari: “B” dari Blame menyalahkan Orang Lain; “E” dari
Excusesss beralasan; “J” dari Justify Menghakimi/Membenarkan
Orang-orang yang miskin, ketika terjadi sesuatu hal di dalam
hidupnya dia, dia sibuk BEJ. Blame: Dia menyalahkan
lingkungannya, dia menyalahkan negara, menyalahkan presidennya,
bahkan menyalahkan orang tuanya, bahkan pula menyalahkan engkongnya,
karena dilahirkan miskin makanya sekarang dia merasa sebagai
turunannya orang miskin, atau menyalahkan pendidikannya,
menyalahkan umurnya, menyalahkan bahwa dia merasa tidak ada
peluang, dia selalu menyalahkan.
Lalu dia juga Excuse/
beralasan: Saya masih muda, saya masih belum belajar, saya belum
pengalaman. Ini yang menyedihkan, orang-orang yang selalu BEJ
seringkali yang dia katakan adalah kebenaran, tetapi saya
tegaskan sekali lagi bahwa kebenaran itu TIDAK ADA
MANFAATNYA!Satu-satunya Manfaatnya untuk dia adalah MENGHENTIKAN DIA
UNTUK MENJADI KAYA, menghentikan dia untuk Take Action/ Bertindak
untuk menjadi lebih baik, menghentikan dia untuk belajar menjadi
lebih baik. Kemudian Justify/ menghakimi/ membenarkan: Ketika ada
orang lain yang lebih sukses daripada dia, dia bilang: "O..
terang saja, tidak heran, sudah layak dan sepantasnya". Dia selalu
justify orang lain yang lebih sukses daripada dia tanpa BELAJAR.
Ketika
ada orang yang kaya, dia selalu omong: "terang saja dia kaya, dia
anaknya orang kaya..., sekolah di luar negeri.., bahasa inggris
lancar.., kenal anak menteri dimodalin BMW.., ya terang saja
dia sekarang sukses dalam usahanya..".Pertanyaan saya: "Ada
tidak anaknya orang miskin yang sekarang SUKSES dan Kaya?
Jawabannya selalu: Ada. Tapi ketika ada orang yang terbiasa
men-Justify/ Membenarkan orang lain lebih hebat daripada dia,
Maka dia akan ngomong bagaimana? "Oh terang saja, dia anaknya
orang miskin toh.. saya tau kenapa dia bisa kaya. Ya karena dia daya
juangnya kuat.
Dan Ya terang saja, anaknya orang miskin daya
juangnya harus kuat. "Ketika kita tanya: "lah kamu kenapa?" Dia jawab:
"lah saya anaknya orang menengah sih.., makanya daya juang saya
menengah.."Lihat cara berpikirnya. Ketika orang tidak berhasil, dia
akan selalu Tell Story, dia akan menceritakan Blame, Excuse, atau
Justify. Nah Prinsip Milyarder yang diceritakan disini adalah
SELALU BELAJAR, bukan menyalahkan. Ketika dia belum berhasil, dia
selalu tanya: apa yang harus saya pelajari dari kejadian ini yang akan
membuat saya jadi lebih baik, lebih hebat, lebih dahsyat, lebih
kuat, lebih kaya, lebih langsing, lebih harmonis, lebih tahan
lama, lebih dari apapun.. sehingga kita maju selangkah lebih
baik dibanding orang yang menyalahkan. Pertanyaan saya: Sudah
BELAJAR apa Anda hari ini? Belajar apa yang akan membuat
Anda jadi lebih baik? Selalu tanya hal ini tiap hari, sehingga apapun
yang terjadi dalam hidup ini, kita beri arti yang akan membuat kita
menjadi lebih baik.
24 Prinsip Milyader by Tung Desem Waringin
|
| Baca juga |
| » |
24 Juli 2009 Prinsip ke 4: Be, Do, Have Prinsip ke 4: Be, Do, Have
Be Menjadi, DoMelakukan ,HaveMempunyai
|
| » |
24 Juli 2009 Fakhry Gugat Manohara dan Daisy Rp 302 M Fakhry Gugat Manohara dan Daisy Rp 302 M
detikcom
detikcom - Selasa, Juli 21
|
| » |
24 Juli 2009 Michael Jackson Punya Anak Lagi? Michael Jackson Punya Anak Lagi?
Kapanlagi.com
Kapanlagi.com - Kamis, Juli 23
|
| » |
12 Juli 2009 Prinsip ke 3: Peluang Ada Di Mana-Mana. Prinsip ke 3: Peluang Ada Di Mana-Mana.
Apapun yg kita lihat sebetulnya sudah menghasilkan uang bagi seseorang yang lain ataupun bisa menghasilkan bagi orang lain ataupun bagi kita.
|
| » |
12 Juli 2009 Arnold Klein: Saya Bukan Ayah Anak Michael Jackson Arnold Klein: Saya Bukan Ayah Anak Michael Jackson
Kapanlagi.com
Kapanlagi.com - Jumat, Juli 10
|
|
|